Skip to content
Bisnis dan Teknologi

Pentingnya Tersenyum dalam Wawancara

Meskipun wawancara tidak diragukan lagi menegangkan dan Anda mungkin merasa di bawah tekanan dan tekanan saat menjawab pertanyaan, lebih penting dari sebelumnya untuk tersenyum. Tersenyum adalah bagian alami dari percakapan apa pun, jadi menjalani seluruh wawancara tanpa mengernyitkan ujung mulut Anda bisa membuat Anda tampak menonjol atau menciptakan suasana hati yang negatif di dalam ruangan. Tersenyum mungkin lebih dari sekadar menenangkan suasana hati dan sebenarnya bisa memainkan peran kunci dalam membantu Anda mendapatkan pekerjaan.

Daftar Artikel

    Kesan pertama

    Tahukah Anda bahwa rata-rata orang hanya membutuhkan tujuh detik untuk membentuk kesan pertama seseorang? Ketika datang ke wawancara kerja, itu fakta yang mengejutkan. Kita semua tahu betapa pentingnya untuk mengedepankan kesan pertama yang baik ketika kita mewawancarai untuk peran baru, tetapi satu hal yang dapat Anda lakukan untuk secara dramatis meningkatkan beberapa detik pertama bertemu pewawancara Anda adalah dengan tersenyum. Anda akan terlihat sebagai orang yang mudah diajak bicara dan antusias tentang kesempatan itu, segera.

    Tunjukkan Keyakinan

    Senyum tulus memberi orang-orang yang melihatnya wawasan tentang semua bagian terbaik dari kepribadian Anda. Senyum hangat memancarkan kepercayaan diri, menanamkan kepercayaan dan meyakinkan orang-orang di sekitar Anda bahwa Anda mudah didekati dan terbuka. Ini semua adalah kualitas yang diinginkan untuk seorang kolega dan karyawan. Tidak meyakinkan? Bayangkan Anda membutuhkan bantuan untuk sebuah proyek dan ada dua orang yang dapat Anda mintai saran. Satu orang terlihat serius dan memiliki kerutan di wajah mereka, orang lain tersenyum bahagia. Orang mana yang akan Anda dekati untuk meminta bantuan?

    Sembuh dari Kesalahan

    Penelitian telah menemukan bahwa tersenyum setelah melakukan kesalahan sosial sebenarnya dapat memperbaiki situasi. Senyum malu tidak hanya menawan, itu menunjukkan kepada orang-orang bahwa Anda sadar bahwa Anda telah melakukan kesalahan, Anda telah mengenalinya dan sekarang Anda melanjutkan hidup. Terkadang mudah tergelincir dalam wawancara, jadi tersenyumlah, abaikan, dan perbaiki diri Anda. Itu akan turun jauh lebih baik daripada mengabaikan masalah dan menyesalinya nanti.

    Ciptakan Lingkungan yang Menyenangkan

    Pernahkah Anda memperhatikan bahwa Anda merasa lebih bahagia ketika orang lain tersenyum? Itu karena sebagian besar dari kita meniru senyuman ketika kita melihatnya, dan tersenyum mengirimkan sinyal ke otak yang memperkuat dan meningkatkan perasaan gembira dan senang. Jadi, jika Anda ingin pewawancara Anda santai dan menikmati wawancara Anda, ingatlah untuk tersenyum. Anda mungkin menemukan bahwa suasana di ruang wawancara tiba-tiba menjadi lebih ringan.

    Awas Senyum Palsu

    Meskipun senyum yang tulus memiliki banyak manfaat selama wawancara, penting bagi Anda untuk tidak memaksakannya. Senyum palsu mungkin lebih merusak wawancara Anda daripada tidak tersenyum sama sekali. Penelitian telah menemukan bahwa otak manusia dengan mudah mengenali senyum palsu karena otot wajah yang berbeda digunakan untuk membuatnya dibandingkan dengan yang alami. Karena senyuman yang dipaksakan sering digunakan untuk menutupi emosi negatif, Anda dapat mencapai reaksi yang berlawanan dengan apa yang Anda harapkan. Pewawancara mungkin merasa tidak nyaman dan Anda bisa dianggap tidak tulus. Santai dan jaga agar senyum Anda tetap alami.

    Bahasa tubuh, termasuk isyarat non-verbal seperti tersenyum, ternyata memiliki pengaruh besar pada bagaimana perasaan majikan tentang kualitas calon pekerjaan selama wawancara. Jangan lupa untuk tersenyum saat Anda mewawancarai suatu posisi dan Anda akan segera menemukan diri Anda memegang tawaran pekerjaan.

    Source: https://www.careeraddict.com/interviews